6 Karakteristik Bisnis Baru Akibat Revolusi Industri

Written by

Saat ini, dunia berada di tengah-tengah revolusi industri baru. Hal ini didorong oleh perkembangan teknologi yang menghubungkan semua orang dan segala sesuatu, di mana-mana dan sepanjang waktu, dalam jaringan data interaktif yang luas dan canggih yang menciptakan perekonomian yang semakin dinamis. Perkembangan ini tentunya akan sangat berpengaruh bagi perusahaan modern. Berikut ini 6 karakteristik bisnis di masa depan seiring dengan revolusi industri ini:

 

  1. Tidak Memerlukan Banyak Modal Fisik

Anda mungkin pernah mendengar hal ini sebelumnya, tetapi itu benar: Alibaba adalah salah satu peritel paling bernilai di dunia namun tidak memiliki persediaan; Airbnb adalah penyedia akomodasi terbesar tetapi tidak memiliki properti; Uber adalah perusahaan taksi terbesar di dunia tetapi tidak memiliki mobil.

 

  1. Sumber Daya Manusia akan Semakin Penting

Dengan modal fisik yang semakin sedikit, peran karyawan menjadi lebih penting. Perusahaan perlu mengidentifikasi karyawan yang berperan penting bagi perusahaan, dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia sebagai masa depan perusahaan.

 

  1. Sifat Pekerjaan akan Berubah

Mantan CEO Cisco  John Chambers memprediksi: “Anda akan segera melihat perusahaan besar yang hanya memiliki dua karyawan - CEO dan CIO.” Pernyataan ini mungkin berlebihan, tapi kenyataannya akan mendekati hal tersebut.

 

  1. Pemenang Akan Memperoleh Lebih Besar, Sedangkan Yang Kalah Berjuang Keras untuk Sisanya

Model bisnis baru sering membawa keberuntungan bagi penciptanya, tetapi menghancurkan seluruh industri dalam prosesnya. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh McKinsey Global Institute: “Perusahaan berteknologi dan berteknologi tinggi menghancurkan lebih banyak nilai bagi para incumbents daripada yang mereka ciptakan untuk diri mereka sendiri.”

 

  1. Umur Korporasi Akan Lebih Pendek

Masa hidup rata-rata perusahaan di S&P 500 telah menurun dari 61 tahun pada tahun 1958 menjadi hanya 20 tahun saat ini. Dan ini diprediksikan akan semakin singkat ke depannya.

 

  1. Kekayaan Intelektual tidak Mengenal Batas Geografis

Dengan semakin banyaknya nilai perusahaan modern yang berasal dari kekayaan intelektual, pendapatan dapat dengan mudah dialihkan ke negara surga pajak (tax havens). Hal ini akan berlangsung setidaknya sampai pihak yang berwenang memutuskan dan memperbaiki sistem pajak global.

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.