Ketika Anda yang bekerja sebagai karyawan menerima gaji setiap bulannya, umumnya gaji anda akan dipotong pajak penghasilan. Begitu pula ketika kita menerima bunga bank, hadiah, deviden, biasanya penghasilan tersebut juga akan dipotong pajak. Sebenarnya penghasilan apa sajakah yang merupakan objek dari Pajak Penghasilan ini? Berikut ulasannya.

NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak untuk mempermudah administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan salah satu dokumen penting yang menjadi syarat administratif dalam pengurusan berbagai hal, mulai dari urusan perbankan, pekerjaan,  hingga bepergian ke luar negeri. Oleh karenanya, jika tidak memiliki kartu NPWP, masyarakat akan sering dipersulit ketika ingin mengurus sesuatu. Berikut risiko-risiko yang dihadapi jika kita tidak memiliki NPWP:

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada persyaratan harus memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) saat hendak mengurus sesuatu, misalnya saat mengajukan kredit perbankan, melamar pekerjaan, mengajukan permohonan visa, dan lain sebagainya. NPWP memiliki fungsi utama sebagai tanda pengenal atau identitas wajib pajak seorang warga negara dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak untuk negara.  Akan tetapi, sebenarnya tidak semua warga negara perlu memiliki NPWP. Lalu, kondisi apa yang membuat seseorang diwajibkan memiliki NPWP?

Pajak Penghasilan dikenakan terhadap Subjek Pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam suatu tahun pajak. Namun, siapa sajakah yang termasuk subjek pajak penghasilan ini?

Wednesday, 20 June 2018 15:08

Tarif Pajak UKM 0,5% Segera Berlaku Juli 2018

Written by

Presiden Joko Widodo bakal meluncurkan kebijakan baru tarif PPh final untuk UKM yang diturunkan jadi 0,5% dari yang saat ini 1%. Rencananya, kebijakan ini akan diluncurkan pada Jumat (22/6) di Surabaya.

Rencana Uganda untuk menerapkan pajak pada pengguna media sosial akhirnya benar-benar dilakukan. Pemerintah negara tersebut akan menarik sekitar 200 shilling Uganda (Rp 747) dari pengguna Facebook, WhatsApp, Viber, dan Twitter.

Page 2 of 4